MPC PP Se-Sumut
Partners
 
Contact YM
Firdaus
Andre
Berita Selengkapnya
08 Mei 2010
Kampanye akbar calon Walikota dan Wakil Walikota Medan periode 2010-2015, H Ajib Shah dan Binsar Situmorang yang digelar di Lapangan Sepakbola Rengas Pulau Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (7/5) cukup meriah dan meluber hingga terjadi kemacetan panjang di jalan Medan-Belawan

massa dari berbagai lapisan masyarakat, relawan, simpatisan bahkan warga medan berduyun-duyun menuju lapangan rengas Pulau untuk melihat sosok Calon Walikota dan Wakil Walikota Nomor urut Sembilan itu.

Massa yang sejak pagi mulai berdatangan ke lokasi kampanye terus membludak hingga meluber ke badan jalan, karena lokasi kampanye tak lagi mampu menampung massa, bahkan ribuan massa lainnya terjebak macet panjang yang mencapai 2 KM di jalan Medan-Marelan hingga sore hari. Alhasil mereka tak dapat melihat langsung sosokm Calon walikota dan Wakil Walikota yang di dukungnya.

Jumlah massa yang hadir tak diperkirakan sebelumnya. Namun ini bukti bahwa pasangan bernomor urut 9 ini sangat dicintai dan ditunggu masyarakat Kota Medan untuk memimpin Kota Medan ke depan. Ketua Tim kampanye/ Pemenangan Kodrat Shah berkali-kali meminta maaf kepada masyarakat Kota Medan atas terjadinya kemacetan panjang menuju dan dari lokasi kampanye Ajib-Binsar.

Hadir pada kampanye terakhir Ajib-Binsar ini, Ketua dari 25 partai pendukung. Yang pertama memberikan orasi adalah Amelia A Yani, Ketua Umum PPRN (Partai Peduli Rakyat Nasional). Amelia A Yani mengajak masyarakat Kota Medan untuk mencoblos nomor 9 pada Pilkada Kota Medan 12 Mei mendatang. “Ini baru terjadi, seorang calon kepala daerah didukung 25 partai. Ini luar biasa. Berarti pasangan Ajib-Binsar merupakan pasangan idaman jutaan masyarakat Kota Medan,” ujar Amelia Yani.

Juga organisasi masyarakat (ormas) yang terdiri dari MPI PP (Pemuda Pancasila) Sumut, MPI (Masyarakat Pancasila Indonesia), AMM (Anak Muda Minang), PBI (Paguyuban Jawa Bersatu), Kespekri (Kesatuan Pekerja Kristen Indonesia), Melayu Bersatu, Masyarakat Aceh Bersatu, Laskar Merah Putih, INTI Medan, Garda Banper dan lainnya.

Sementara Rahmad Shah, selaku juru kampanye pertama mengajak masyarakat Kota Medan untuk memilih pasangan nomor 9 miliknya Ajib-Binsar. Menurutnya, bahwa pasangan ini memiliki visi dan misi yang akan merubah kota Medan menuju ke arah lebih baik. “Kita ingin berubah dan menjadi lebih baik, coblos nomor 9 di pilkada 12 Mei mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, Ajib-Binsar (A-B), merupakan anak baik, anak berbudi, anak bermoral, anak bersahaja, anak yang bermasyarakat. “Keduanya merupakan calon yang tak bermasalah dan tidak akan menimbulkan masalah,” jelas Rahmat Shah, yang merupakan anggota DPD RI ini.

Di depan warga, Rahmat Shah berjanji jika Ajib-Binsar diberi kepercayaan memimpin kota Medan, masalah terutama padamnya listrik dalam jangka tiga bulan akan teratasi. “Dalam tiga bulan, lampu tak akan padam lagi jika Ajib-Binsar dipercaya masyarakat memimpin kota Medan yang kita cintai ini,” tambahnya.

H Anif Shah, juga turut menambah suasana makin meriah. Dalam orasinya, ia meminta lurah dan camat jangan takut memilih Ajib-Binsar. “Saya minta lurah maupun camat atau pejabat di pemerintahan kota Medan jangan takut memilih Ajib-Binsar. Karena kami berkomitmen akan memakai pejabat yang benar-benar bersih dan mau membangun kota Medan,” ujar H Anif Shah.

Panas terik tak dihiraukan ribuan massa. Orasi tokoh masyarakat JA Ferdinandus dan Buttu Hutapea menambah suasana makin meriah. “Kita ingin perubahan, untuk itu pilih pasangan Ajib-Binsar,” ujar Buttu Hutapea berapi-api.

Disambut yel-yel Hidup Ajib-Binsar

Ribuan massa yang berada di dalam dan di luar lapangan meneriakkan “Yel-yel Hidup Ajib-Binsar” begitu kedua pasangan idaman ini akan memberikan orasinya.

H Ajib Shah dalam orasinya berjanji akan memperhatikan keluhan masyarakat seperti masalah KTP, penanganan banjir, pendidikan dan lapangan kerja. Juga ia berjanji akan lebih fokus memperhatikan pembangunan di kawasan Medan Utara. Pasalnya, daerah ini kurang diperhatikan kepala daerah kota Medan sebelumnya.

Padahal, kawasan ini kalau dikelola dengan baik merupakan aset Pemko Medan untuk meningkatan pendapatan Kota Medan. “Masalah KTP, pendidikan, kesehatan dan pengurangan pengangguran menjadi target kami. Juga pembangunan di daerah pinggiran juga menjadi prioritas,” ujar Ajib Shah disambut tepuk tangan massa pendukung.

Ia juga berjanji akan menghapus segala bentuk diskriminasi seperti agama, suku dan ras. “Kota Medan ini bukan milik indvidu, golongan maupun suku. Tapi milik kita bersama. Untuk itu mari kita bangun bersama-sama guna meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tambahnya.

Sementara Binsar Situmorang mengatakan bahwa penggusuran PKL tak harus dilakukan secara tidak manusiawi. Tapi kalau ditata dengan baik, menjadi aset besar guna menambah pendapatan kota Medan. “PKL merupakan aset yang sangat berharga. Kalau ditata dengan baik akan menambah pendapatan kota Medan,” ujarnya.

Juga ia berjanji bahwa perhatian terhadap masyarakat miskin sudah saatnya ditingkatkan. Karena selama ini, masyarakat miskin seperti kehilangan kepercayaan diri karena selalu ‘menderita’, terutama dalam mencari pekerjaan. Seperti penerimaan PNS, anak-anak warga miskin tak bersemangat karena dianggap kalah sebelum bertarung.

“Kita akan menghilangkan KKN, siapa yang pandai dan memiliki jiwa membangun itu yang akan dipakai,” tambah Binsar disambut tepuk tangan warga.

Kampanye terakhir Ajib-Binsar ini semakin meriah dengan pagelaran kuda kepang, alunan musik marching band Husni Thamrin. Juga sumbangan suara-suara merdu artis-artis ibukota seperti Ari Wibowo, Endang S Taurina, Fitria Elvi Sukaesih, Dina Mariana, Ona Sutra dan Lia Amelia.

Bagikan
Sumber: Infokom PP Sumut/ Firdaus
Copyright 2010 MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara All rights reserved
by: Firdaus | Infokom PP Sumut