
Keputusan KPUD Sumut dalam penetapan Bakal Calon (Balon) Walikota Medan dari jalur independen dianggap sudah sangat tepat. Kalaupun ada pihak yang tidak puas dengan keputusan yang telah diambil KPUD itu merupakan sebuah dinamika.
Namun yang pasti KPUD diyakini telah mengambil sebuah keputusan sesuai mekanisme dan undang-undang pemilu. Penegasan tersebut disampaikan Ketua Ba.Infokom Pokja Humas MPW Pemuda Pancasila Sumut, Idrus Djunaidi kepada wartawan di kantornya Jalan MH.Thamrin 95 A Medan, siang tadi.
Menurut Idrus, kegagalan beberapa balon Walikota dari jalur independen untuk mengikuti pesta demokrasi di kota Medan, bukanlah kesalahan pihak KPUD. "Tidak pantas mereka menyalahkan pihak KPUD yang telah bekerja keras dalam proses pelaksanaan pilkada. Dan sepantasnya para balon yang gagal tersebut mengintropeksi diri atas kegagalan yang mereka alami," kata Idrus.
Berbagai komentar miring yang disampaikan melalui media masa tentang kinerja dan ketetapan yang dijalankan oleh KPUD oleh para balon walikota yang gagal mengikuti proses pencalonan, merupakan gambaran tidak dewasanya para balon menyikapi permasalahan yang ada.
"Kesalahan mendasar dari balon yang gagal adalah bahwa mereka tidak dapat membuktikan bahwa mereka mendapat dukungan dari masyarakat sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang Pemilu, jadi jangan mencari-cari alasan dengan menuduh KPUD pilih kasih dalam penetapan calon," tutur Idrus lagi.
Menyikapi tudingan yang ditujukan kepada KPUD dalam proses seleksi pencalonan Walikota Medan dari jalur independen, Idrus menilai kondisi tersebut sengaja diciptakan oleh salah seorang balon walikota yang gagal
dalam penseleksian. Ditambahkannya bahwa bakal calon tersebut hanya mencari sensasi untuk menutupi kelemahannya.
"Saya menilai sebenarnya beliau belum siap untuk pencalonannya sebagai walikota medan, namun karena ambisi pribadi maka terjadilah proses pemaksaan diri yang berlebihan," seru Idrus. Dijelaskannya, masyarakat sudah cukup dewasa dalam menentukan pilihan dan bukan berarti pengumpulan KTP yang dilakukan oleh para balon Walikota Medan tersebut dapat dipastikan sebagai sebuah dukungan mutlak, demikian kata Idrus.
Apalagi track record dari salah seorang bakal calon yang gagal tersebut sempat membuat masyarakat resah dengan langkanya minyak tanah di kota Medan. "Syukurlah masyarakat cukup jeli dalam memberikan dukungan bagi bakal calon dari jalur independen. Tidak bisa saya bayangkan kalau orang seperti itu memimpin masyarakat di Medan nantinya “ ucap Idrus.
Menutup penjelasannya, Idrus menegaskan bahwa kader Pemuda Pancasila telah siap mengawal proses Pilkada kota Medan. "Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara, Kakanda Anuar Shah telah menginstruksikan kepada seluruh kader PP di Sumatera Utara untuk mengawal proses Pilkada di seluruh
Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara, tidak hanya kota Medan. Dan kami jajarannya siap mendukung dan mengawal kebijakan KPUD dalam setiap proses Pilkada yang mereka laksanakan," tegas Idrus
Bagikan
Sumber: Infokom/ medanpunya.com